Senin, 04 Mei 2009

Jawaban Quiz Sistem Operasi

1. Sebutkan pengertian SO dan tujuan SO ??

Sistem Operasi : Sekumpulan program control atau alat pengendali yang secara terpadu bertindak sebagai penghubung antara computer dengan pemakainya.

Tujuan Sistem Operasi :Sistem Operasi membuat computer menjadi lebih mudah dan nyaman untuk digunakan.

Sistem Operasi memungkinkan sumber daya system computer untuk digunakan secara efisien.

Sistem Operasi harus disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan pengembangan yang efektif,pengujian,dan penerapan fungsi baru tanpa menggangu layanan yang sudah ada.

2. Sebutkan dan jelaskan sudut pandang SO ??

SISTEMKOMPUTER DALAM BERAGAM
SUDUT PANDANG
Pandangan ke sistem komputer dapat dikelompokkan
menjadi tiga bagian, yaitu :

1. Pemakai, terdiri dari pemakai awam (end user) dan
administrator sistem.
Pemakai awam menggunakan aplikasi tertentu, tidak
berkepentingan dengan arsitektur komputer. Pemakai
awam sebatas menggunakan command language dan GUI (Graphical User Interface) base shell.

2. Pemogram
Pemogram dapat mengendalikan sistem komputer
melalui beragam level, yaitu :
mempergunakan untuk membantu penciptaan
program
mempergunakan fasilitas sistem melalui antarmuka
layanan (service interface)
Mempergunakan panggilan sistem (System call)

3. Perancang Sistem Operasi
Perancang sistem operasi bertugas mendandani
perangkat keras agar tampil indah, mudah dan nyaman
bagi pemogram dan user. Sehingga sistem operasi
yang dirancang berfungsi secara benar dan efesien.

3. Sebutkan dan jelaskan kelas SO ??

Kelas Sistem Operasi, terbagi atas enam kelas, yaitu:

a. Kelas 1 : Kelas system operasi yang hanya mengenai pemakai tunggal, karena tidak ada system operasi maka pemakai itu sendirilah yang bertindak sebagai system operasi.

b. Kelas 2 : Kelas system operasi yang berbentuk operasi tumpukan (batch). Isi tumpukan pekerja digabungkan menjadi pekerjaan tunggal yang besar. Kelas ini setaraf dengan generasi ke-1.

c. Kelas 3 : Kelas system operasi berbentuk operasi olahan-segera (real-time). Pada kelas ini, system operasi memonitor kegiatan, mengolah keadaan dan data serta member tanggapan atau response berdasarkan perangkat tanpa mengikutsertakan system multiproses. Kelas ini sataraf dengan generasi ke-2.

d. Kelas 4 : Kelas system operasi ini berbentuk operasi multi-proses. System operasi ini mengendalikan dan memakai bersama multi-proses yang dihubungkan bersama melalui susunan memori bersama. Kelas ini setara dengan generasi ke-3.

e. Kelas 5 : Kelas ini berbentuk operasi berbagai waktu (time-sharing) atau multitataolah (multiprogramming). Kelas ini setaraf dengan generasi ke 3 yaitu menggambarkan kepada setiap pemakai bahwa seluruh system computer diperuntukkan untuknya.

f. Kelas 6 : Sistem operasi pada kelas ini berbentuk operasi tersebar (distributed) yang membentuk lingkungan operasi dengan komponen yang tersebar ke semua simpul system. Kelas ini setaraf dengan generasi ke-4.

4. Jelaskan dalam SO pengaturan sumber daya, meliputi ……

Tugas Sistem Operasi sebagai manajer sumber daya
adalah: pengarahan dan pengendalian semua proses yang
ada di dalam sistem komputer
, yaitu program-program
yang sedang berjalan (RUN) dengan cara:
1. Mengawasi status semua sumber daya yang dimiliki
pada setiap saat.
2. Menegakkan kebijakan penjadwalan sesuai dengan
aturan-aturan tertentu.
3. Membagi sumber daya yang telah dialokasikan bila
telah tiba pada saatnya sesuai dengan ketentuan.
4. Menerima atau menarik kembali sumber daya bila
telah selesai dipakai atau tidak dimanfaatkan kembali
.

O/S mengatur pemakaian sumber daya sistem komputer
dengan cara:

1. Pengaturan Memori
Mengawasi bagian-bagian memori, lokasinya,
statusnya, besarnya, bila terpakai siapa
pemakainya.
Menetapkan kebijaksanaan alokasi
Siapa yang berhak mendapatkan bagian memory
beserta lokasinya
Memperbaharui informasi tentang status bagian memori

2. Pengaturan Prosesor
Mengawasi status prosesor
Menentukan proses yang mana dari beberapa
proses yang sedang menanti atau menggunakan
prosesor
Menyerahkan penggunaan prosesor dengan cara
mengisi register-register yang perlu di isi.
Menarik kembali pemakaian prosesor bila sudah tidak dipergunakan.

3. Pengaturan peralatan I/O
Mengawasi status peralatan I/O beserta
kelengkapannya (channel)
Mengatur cara dan jadwal pemakaian peralatan I/O
Menyerahkan pemakaian peralatan I/O
Menerima kembali peralatan I/O bila sudah tidak dipergunakan

4. Pengaturan informasi (system file)
Mengawasi berbagai informasi, yaitu mengenal
statusnya, lokasi, penggunaanya dan sekuritinya
Menetapkan proses-proses yang boleh
mendapatkan informasi tertentu
Melepaskan atau memberikan informasi ,
umpamanya dengan cara membuka suatu file
tertentu
Menarik kembali dan menyimpan informasi

2. O/S DITILIK DARI SUDUT TAHAPAN
PROSES

Operating system terdiri dari himpunan program atauq
modul O/S untuk mengatur penggunaan sumber daya.

Terdapat 6 Tahapan, yaitu:
1. Submit state
2. Hold state
3. Ready state
4. Running State
5. Waiting state
6. Completed state

1. Submit state, tahap di mana pemakai system
menyerahkan jobnya dengan cara :
Mempertimbangkan kriteria-kriteria pemilihan
(prioritas, macam dan besarnya job dll.)
Job Scheduler, yang merupakan bagian pengatur
prosesor, memanggil pengatur memori untuk
melihat apakah cukup tersedia memory yang masih
kosong
Kemudian dipanggil pengatur peralatan I/O untuk
melihat apakah permintaan terhadap peralatan yang
diminta dapat dipenuhi

2. Hold state, tahap dimana job telah selesai dibentuk
menjadi bentuk yang telah siap untuk diolah oleh mesin
komputer (kode-kode binary) tetapi belum ada sumber
daya yang diberikan kepada job kecuali tempat dimana
job tersebut berada.

3. Ready state, tahap di mana proses telah siap untuk run
karena semua sumber daya yang diperlukan telah
dipenuhi, akan tetapi karena masih ada proses lain
yang belum selesai menggunakan prosesor maka harus antri sampai tiba pada gilirannya.

4.
Running State, tahap di mana prosesor telah diberikan
dan sekarang prosesor mulai dengan pengerjaan
instruksi-instruksi yang terbentuk dari program tersebut.

5. Waiting state, tahap dimana proses menunggu
selesainya operasi I/O

6. Completed state, tahap di mana proses telah selesai
dengan perhitungan-perhitungannya dan semua
resource yang telah dipergunakan telah ditarik kembali oleh O/S.

5. Sebutkan dan jelaskan struktur dasar SO ??

STRUKTUR DASAR SISTEMOPERASI
Terdapat
lima struktur dasar yang digunakan untuk
membuat/mengembangkan Sistem Operasi, yaitu:
1. Sistem Monolitik
2. Sistem Berlapis
3. Sistem dengan Mesin Maya
4. Sistem dengan Client-Server
5. Sistem berorientasi Objek

4.1 Sistem Monolitik
Sistem Operasi sebagai kumpulan prosedur dimana
prosedur dapat saling dipanggil oleh prosedur lain di sistem
bila diperlukan.
Kelemahan
Pengujian dan penghilangan kesalahan sulit
Sulit menyediakan fasilitas keamanan
Terjadi pemborosan
Kesalahan pemrograman pada satu bagian prosedur
menyebabkan matinya seluruh sistem.
Keunggulan
Layanan dapat dilakukan sangat cepat karena terdapat di satu ruang alamat.

4.2 Sistem Berlapis
Sistem operasi dibentuk secara hirarki berdasarkan lapisanlapisan,
dimana lapisan-lapisan bawah memberi layanan
lapisan lebih atas.
Keunggulan
Sistem dibagi menjadi beberapa modul dan tiap modul
dirancang secara independen.
Setiap lapisan dapat dirancang, dikode dan diuji secara
mandiri
Menyederhanakan rancangan, spesifikasi dan
implementasi sistem operasi
Kelemahan
Fungsi-fungsi sistem operasi harus diberikan ke tiap lapisan secara hati-hati.

4.3 Sistem dengan Mesin Maya
Sistem operasi melakukan simulasi mesin maya.
Memberikan flesibilitas tinggi sampai memungkinkan
sistem operasi yang berbeda dapat dijalankan di mesin
yang berbeda.
Implementasi yang efisien merupakan masalah sulit karena sistem menjadi besar dan kompleks.

Sistem dengan Client - Server
Server adalah proses yang menyediakan layanan, dan Client
adalah proses ayng memerlukan/meminta layanan.
Keunggulan
Pengembangan dapat dilakukan secara modular.
Kesalahan (bugs) di satu subsistem tidak merusak
subsistem-subsistem lainnya.
Mudah diadaptasi untuk sistem tersebar.
Kelemahan
Layanan dilakukan lamat karena harus melalui
pertukaran pesan.
Pertukaran pesan dapat menajdi botleneck.

4.5 Sistem Berorientasi Objek
Layanan diimplementasikan sebagai kumpulan objek.
Tiap objek diberi tipe yang menandai properti objek
seperti proses, direktori, berkas dll.
Model ini sungguh terstruktur dan memisahkan antara
layanan yang disediakan dan implementasinya.

6. Gambar dan jelaskan skema dasar system computer baik hardware dan software ??

Skema Dasar Sistem Komputer

A. PERANGKAT KERAS (HARDWARE)
Adalah komponen fisik komputer yang terdiri dari rangkaian elektronika dan peralatan mekanis lainnya. Abtraksi tingkat atas terdiri dari 4 komponen, yaitu :

1. Pemroses (Processor)

  1. Memori Utama (Main Memory)
  2. Perangkat masukan dan keluaran (Device I/O)
  3. Interkoneksi antar komponen > (user interface, device controler)

Sumber Daya Keras (Perangkat Keras) terdiri atas :
A. Pemroses
Komponen komputer yang bertugas untuk mengolah data dan melaksanakan berbagai perintah.
Pemroses terdiri dari :

  • Bagian ALU (Aritmatik Logic Unit) untuk komputasi, berupa operasi aritmatika dan logika.
  • Bagian CU ( Control Unit) untuk pengendalian operasi yang dilaksanakan sistem komputer.

Register-register membantu pelaksanaan operasi dan sebagai tempat operan-operan dari operasi yang dilakukan.

Register untuk Kendali dan Status terdiri dari :

  1. Register untuk alamat dan buffer (MAR, MBR, I/O AR, I/O BR)
  2. Register untuk eksekusi instruksi (PC, IR)
  3. Register untuk informasi status (PSW) berisi sign, zero carry, equal, overflow, interupt enable/disable, supervisor.

B. Memory
Berfungsi tempat menyimpan data dan program.
Menurut urutan dari atas ke bawah dapat diukur hirarki dalam hal :

  1. Kecepatan akses
  2. Hubungan kapasitas
  3. Hubungan frekuensi pengaksesan
  4. Hubungan Harga

C. Perangkat Masukan /Keluaran

  1. Komponen mekanik adalah perangkat itu sendiri
  2. Komponen elektronik yaitu pengendali perangkat berupa chip controller

Pengendali perangkat terdapat dua macam :

  • Penggerak alat (Device Controller)
  • Pekerja alat (Device Drive)

Struktur I/O

  1. I/O interupt > I/O device kec rendah
  2. Struktur DMA > I/O device kec tinggi

DMA dibagi menjadi : Third Party DMA dan First Party DMA

D. Interkoneksi antar komponen
disebut galur/jalur (bus) yang terdapat pada mainboard, bus terdiri dari tiga macam :

  1. Bus alamat (address bus), satu arah. 16, 20, 24 jalur
  2. Bus data (data bus), dua arah. 8, 16, 32 jalur
  3. Bus kendali (control bus), dua arah. 4-10 jalur

Mekanisme Pembacaan :
Sinyal memory read memerintahkan ke perangkat memory untuk mengeluarkan data pada lokasi tersebut ke bus data agar dibaca CPU. Interkoneksi antar komponen membentuk jenis koneksitas yang populer antara lain ISA, VESA, PCI, AGP.

Tingkat Konsep Komputer
Terdiri dari :

  • Diagram blok (tertinggi)
  • Arsitektur
  • Transfer register
  • Rangkaian Saklar
  • Elektronika (Terendah)
  1. Tingkat Konsep Elektronika
  2. Tingkat Konsep Rangkaian Saklar
  3. Tingkat Konsep Transfer Register
  4. Tingkat Konsep Arsitektur
  5. Tingkat Konsep Diagram Blok

2. Kerja Komputer
Kerja komputer pada tingkat konsep antara lain :

  • Tingkat Konsep Diagram Blok
  • Tingkat Transfer Register
  • Tingkat Konsep Saklar

B. PERANGKAT LUNAK SOFTWARE

  • Merupakan komponen non fisik berupa kumpulan program beserta struktur datanya
  • Program adalah sekumpulan instruksi yang disusun sedemikian rupa untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah tertentu sesuai dengan kebutuhan.

Siklus Intruksi
Proses intruksi dilakukan melalui dua tahap :

  1. Mengambil instruksi (Instruction fetch)
  2. Mengeksekusi instruksi (Instruction excution)
  • Interupt > suatu signal dari peralatan luar penyebab interupt adalah program (Division by zero) dan timer (Quantum pada Round Robin).
  • Trap > software Generated interupt yang disebabkan oleh kesalahan atau karena permintaan user.

7. Sebutkan dan jelaskan waktu akses disk pada hard disk ??

JENIS-JENIS MEDIA PENYIMPANAN

· Cache Memory

· Main Memory

· Flash Memory

· Magnetic Disc Storage

· Optical Storage

· Tape Storage

· RAID

GAMBARAN UMUM BENTUK FISIK

Terdapat beberapa tipe media penyimpanan data pada sistem komputer. Penyimpanan data dibedakan berdasarkan :

· Kecepatan Akses Data

· Harga dari Media Penyimpanan

· Kehandalan dari Media Penyimpanan

Media penyimpanan informasi di system computer dibagi menjadi 2 tipe utama :
Penyimpan primer / Primary Storage. Ciri-ciri :

· Kecepatan akses tinggi

· Harganya relative mahal

· Kapasitas relative kecil

· Volatile

Penyimpan sekunder / Secondary Storage. Ciri-ciri :

· Kecepatan akses rendah

· Harganya relative murah

· Kapasitas relative besar

· Non-volatile

CACHE MEMORY

· Chache Memory mempunyai akses data paling cepat

· Cache Memory merupakan penyimpanan paling mahal

· Kapasitas Cache Memory paling Kecil (mis 256 KB – I MB)

· Mempunyai sifat volatile

· Cache Memory biasanya terletak pada Mainboard

· Biasanya prosessor akan mencari data pada cache memory dulu sebelum mencari data data memory utama

· Biasanya data yang terletak pada cache memory adalah data yang sering di baca

MAIN MEMORY (RAM)

· Merupakan simpanan data pada saat komputer beroperasi

· Harganya relatif masih mahal

· Kapasitas relatif kecil ( mis 64 MB – 1 GB)

· Kecepatan akses relatif lebih cepat

· Bersifat volatile

FLASH MEMORY

· Merupakan simpanan data yang banyak digunakan saat ini

· Menggunakan cara kerja EEPROM (electrically eraseable programmable read only memory)

· Kapasitas relatif lebih kecil besar dibandingkan main memory

· Non-volatile

· Kecepatan relatif lebih lambat dibandingkan main memory

MAGNETIC-DISC STORAGE

· Kapasitas relatif besar ( 1 GB – 100 GB)

· Kecepatan relatif lambat

· Harga Relatif Lebih murah

· Non-volatile

· Merupakan media penyimpanan yang paling banyak dipakai

· Kapasitas terus berkembang, karena aplikasi sistem komputer yang semakin berkembang

· Database yang besar biasanya membutuhkan lebih dari 1 hard disk untuk penyimpanannya

· Phisik sebuah hardisk terbuat dari bahan Magnetic disk terbuat dari sejumlah plat/cakram. Permukaan tiap cakram (atas/bawah) terbuat dari bahan besi yang mudah dimagnetisasi

· Perekaman data

· Pada disk magnetic kode on dan off direpresentasikan oleh kedudukan elemen magnetiknya

· Dengan mengimbas permukaan disk dengan magnet (yang ada pada head), kedudukan elemen magnet berubah. Artinya kode on bisa diganti off dan sebaliknya

· Lubang-lubang di permukaan disk merepresentasikan data yang tersusun dalam suatu jalur yang disebut track. Data disimpan dalam track yang berbentuk konsentris

· Tiap track dibagi menjadi sector-sektor (blok)

· Magnetic disk diorganisasikan menjadi silinder-silinder

· Silinder adalah track-track yang sama pada permukaan-permukaan pada cakram-cakram yang berbeda

· Head R/W menyimpan informasi yang diambil dari magnetisasi sektor-sektor yang ada dibawahnya

· Head R/W melayang di atas permukaan platter

· Jika Head R/W menyentuh permukaan plat, maka data yang ada di bawahnya akan rusak

· Disc Controller merupakan interface antar sistem komputer dan hardware dari hardisk dengan menerima perintah read / write pada sebuah sector

· Disc controller juga bertugas untuk remapping bad sector, sehingga data tidak disimpan pada bad sektor pada hard disk

· Kapasitas

· Waktu akses (access time) : waktu mulai permintaan read/write hingga transfer data dimulai

· Rata-rata waktu transfer data (data-transfer rate) : waktu rata-rata data diambil atau disimpan ke dalam hardisk ( mis 4 – 8 MB per detik)

· Reliability

· Proses I/O pada disk ditentukan oleh sistem operasi

· Setiap proses I/O akan meminta alamat dari data pada harddisk, yang disebut juga block number (nomor blok)

· Ukuran blok berkisar dari 512 kb – 4096 kb

· Data ditransfer antara memory dan hardisk dalam ukuran blok

· Karena akses data pada hardisk lebih lambat dibanding dengan akses data pada memory, maka sering terjadi bottleneck

· Pengembangan dilakukan pada teknik untuk memperbaiki kecepatan akses blok pada disk

Waktu Akses terdiri dari :

· SEEK TIME : Waktu yang dibutuhkan untuk menempatkan R/W head pada cylinder yang diinginkan ( mis 2 – 30 millisecond)

· ROTATIONAL LATENCY TIME : Waktu yang dibutuhkan untuk menunggu sampai data berada di bawah R/W head. Biasanya sekitas 5400 RPM – 15000 RPM

Beberapa teknik yang dikembangkan dalam perbaikan kecepatan access blok pada disk :

· Scheduling (penjadwalan)

· File organization (organisasi file)

· Non-volatile write buffers (penulisan pada buffer non-volatile)

· Log disk

OPTICAL STORAGE

· Simpanan data pengganti disket ( mudah dibawa-bawa)

· Kapasitas relatif besar ( 1 keping CD dapat menyimpan s/d 640 MB, 1 keping DVD dapat menyimpan s/d 1,7 GB)

· Kecepatan relatif lebih lambat

· Harga relatif lebih murah

· Non-Volatile

TAPE STORAGE

· Kapasitas sangat besar ( 40 GB – 400 GB)

· Kecepatan akses paling lambat

· Non-Volatile

· Harga paling murah

· Biasa digunakan untuk back up data.

8. Sebutkan dan berikan contoh algoritma pengaksesan disk ??

Akses Disk.

Akses lintas pada disk atau disket dapat berlangsung pada sistem komputer dengan monoprogramming atau pada sistem komputer dengan multiprogramming. Pada kedua sistem tersebut, biasanya lintas yang akan diakses tersusun dalam suatu antrian akses lintas yang ditentukan berdasarkan saat tibanya permintaan akses pada sejumlah lintas tertentu.
Pengaksesan lintas disk dapat saja dilayani sesuai dengan antrian yang ada. Sekalipun demikian dalam keadaan tertentu, misalnya untuk mempersingkat waktu akses, beberapa algoritma akses lintas lain dapat dipergunakan untuk mengatur akses lintas dalam antrian akses lintas tersebut. Beberapa algoritma akses lintas disk tesebut akan diuraikan di bawah ini:
1) Algoritma Pertama Tiba Pertama Dilayani (PTPD).
Algoritma ini adalah algoritma akses lintas yang paling sederhana, karena pengaksesan lintas dilaksanakan berdasarkan urutan tiba lintas itu atau urutan kedudukan mereka pada antrian.
2) Algoritma Pungut.
Algoritma PTPD di atas memiliki kelemahan yaitu banyaknya lintas yang harus dilewati hulu baca-tulis bilamana nomor lintas di dalam antrian akses lintas itu melompat-lompat dari nomor kecil ke nomor besar atau sebaliknya. Keadaan ini mengakibatkan waktu pengaksesan lintas akan menjadi lebih lama. Algoritma Pungut (Pick Up) digunakan untuk mengurangi jumlah lintas yang dilewati hulu baca-tulis.
Ide dasar dari algoritma ini adalah ketika hulu baca-tulis menuju ke suatu nomor lintas, maka semua lintas dalam antrian yang terletak di depan hulu baca-tulis itu akan dipungut.
Untuk nomor lintas yang melompat-lompat dalam suatu antrian akses lintas, maka ide ini dianggap efektif karena hulu baca-tulis dapat langsung memungut nomor lintas yang dilewati dan tidak akan mengakses ulang nomor lintas tersebut bilamana hulu baca-tulis bergerak dari suatu lintas ke lintas lain.
3) Algoritma Waktu Cari Terpendek Dipertamakan (WCTD).
Sesuai dengan namanya, lintas pada antrian yang akan diakses oleh hulu baca-tulis bergantung kepada kedudukan hulu baca-tulis pada saat itu. Aturannya diterangkan sebagai berikut:
Pertama, lintas dalam antrian yang akan diakses adalah lintas yang pada saat itu terletak paling dekat ke kedudukan hulu baca-tulis. Kedua, apabila pada saat itu, ada dua lintas yang terletak sama jauh dari hulu baca-tulis (mereka terletak pada sisi yang berlawanan), maka lintas yang dipilih untuk diakses adalah lintas yang pada saat itu terletak pada arah gerak hulu baca-tulis. Ketiga, pada awal pemakaian sistem komputer, letak hulu baca-tulis terletak di lintas 0.
Misalkan pada suatu saat, lintas A terletak di kiri hulu baca-tulis sedangkan lintas B terletak di kanan hulu bava-tulis, serta letak mereka sama jauh dari hulu baca-tulis itu. Kalau pada saat itu hulu baca-tulis sedang bergerak ke arah kiri, maka lintas A yang dipilih untuk diakses dan bukan lintas B. Sebaliknya kalau pada saat itu hulu baca-tulis sedang bergerak ke arah kanan, maka lintas B yang dipilih untuk diakses, bukan lintas A. Seperti halnya pada algoritma Pick Up, algoritma ini dianggap cukup efektif pada antrian akses lintas dengan nomor lintas yang melompat-lompat.
4) Algoritma Lift-Singkat.
Pada algoritma ini, layanan terhadap antrian lintas dianggap serupa dengan layanan lift di gedung bertingkat. Kalau di gedung beringkat, lift bergerak naik turun di antara berbagai lantai, maka dengan algoritma ini, hulu baca-tulis bergerak naik turun di antara berbagai lintas.
Misalkan hulu baca-tulis sedang bergerak naik, maka semua lintas dalam antrian yang terletak di depan hulu baca-tulis itu akan segera diakses. Setelah hulu baca-tulis sampai pada lintas terbesar di dalam antrian (tidak selalu sama dengan lintas terbesar pada disk), hulu baca-tulis berbalik dan bergerak turun. Selanjutnya sambil turun, hulu baca-tulis mengakses semua lintas dalam antrian yang terletak di depannya hingga mencapai lintas terkecil di dalam antrian (tidak selalu sama dengan lintas 0).
5) Algoritma Lift-Singkat Searah.
Perbedaan algoritma ini bilamana dibandingkan dengan algoritma Lift-Singkat di atas terletak pada penekanan salah satu arah geraknya pada saat pengaksesan lintasan. Dengan algoritma ini, bilamana hulu baca-tulis mengakses lintas pada arah gerak naik, maka ia tidak mengakses lintas pada arah gerak turun. Sebalikya kalau hulu baca-tulis mengakses lintas pada arah gerak turun, maka ia tidak akan mengakses lintas pada arah gerak naik.
6) Algoritma Lift-Lengkap.
Algoritma ini sangat mirip dengan algoritma Lift-Singkat. Kalau pada algoritma Lift-Singkat, gerakan hulu baca-tulis hanya mencapai lintas terkecil dalam antrian dan setelah itu berbalik arah sedangkan pada algoritma Lift-Lengkap, gerakan hulu baca-tulis selalu mencapai lintas terbesar di dalam disk, baru berbalik arah, serta selalu mencapai lintas 0 dan kembali berbalik arah.
7) Algoritma Lift-Lengkap Searah.
Seperti halnya perbedaan antara algoritma Lift-Singkat dengan algoritma Lift-Singkat Searah, maka perbedaan antara algoritma Lift-Lengkap dengan algortima Lift-Lengkap-Searah juga terletak pada penekanan salah satu arah geraknya pada saat hulu baca-tulis melakukan pengaksesan lintasan.

9. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang proses didalam so ??

Keberadaan sistem operasi dalam sistem komputer adalah sebagai perangkat lunak yang mempunyai tugas mengendalikan dan mengkoordinasikan seluruh hardware dan software sebagai sumber daya komputer sekaligus memberikan pelayanan kepada program aplikasi dan pemrogram untuk memudahkan pemanfaatan sumber dayanya. Proses sebagai suatu entitas yang dinamis mengandung sejumlah instruksi, data, program counter, kumpulan register serta stack yang berisi alamat memori. Proses juga dapat dikatak sebagai program yang sedang dieksekusi (program aplikasi / sistem operasi). Proses dapat dikatakan sebagai unit kerja terkecil yang secara individu memiliki sumber daya – sumber daya dan dijadwalkan oleh sistem operasi.
Dengan demikian sistem operasi mempunyai kegiatan yang sangat kompleks dalam mengelola seluruh sumber daya dan memberikan pelayanan terhadap proses – proses sesuai kebutuhan. Kegiatan tersebut menjadikan sistem operasi membutuhkan suatu manajemen proses.

A. Beberapa Istilah yang berkaitan dengan Sistem Operasi
1. Multi programming (multitasking)
Suatu komputer dikatakan berkemampuan multiprogramming jika komputer tersebut mampu melaksanakan tugas atau menjalankan sejumlah program secara bersama – sama.
Untuk itu komputer memerlukan sistem operasi yang dapat mendukung komputer menjalankan tugas multiprogramming. Sistem Operasi Komputer yang dapat mendukung multiprogramming antara lain : MS Wondows 3.0, Windows 95, Windows 98, Windows 2000, Windows NT, Linux, OS/2.
Bentuk multiprogramming misalnya :
Satu Komputer dapat menjalankan program EXCEL untuk pengolahan table. Saat mengolah data dengan Excel, pemakai memainkan musik dari CD ROM. Sambil memperbaiki dokumen pemakai juga mencetak dokumen yang sudah jadi. Jadi tugas yang dapat dilaksanakan komputer tersebut yaitu : pencetakan dokumen, pengolahan data, dan bermusik.
Program – program yang berjalan pada dasarnya mempunyai sifat :
Independen yaitu suatu program yang dapat berjalan sendiri dan tidak tergantung oleh program lain.
Satu program dijalankan pada satu saat (one program at any instant).
Untuk itu keberadaan sistem operasi terhadap program – program tersebut adalah mengatur kerjanya dengan melakukan pengaturan urutan (prioritas) dan pembagian waktu yang sangat cepat (dalam orde 1/ 1 Juta detik = 1 mikro detik). Sehingga seolah – olah program – program tersebut dapat berjalan secara bersama – sama (bersifat semu)
2. Multiprocessing
Kumpulan dari sejumlah microprosesor / pemroses yang melaksanakan satu tugas. Dalam hal ini sejumlah terminal komputer yang bersifat independen dapat melaksanakan tugas untuk menyelesaikan satu tugas.
Contoh :
Pengolahan data KPU yang bersifat terpusat di
Jakarta dan dapat diakses dari seluruh jaringan di Indonesia.
Super komputer sebagai mesin catur yang pernah bertarung dengan Grand Master Anatoly Karpov.
Mainframe komputer yaitu komputer besar yang berisi prosesor yang banyak.
Komputer sebagai central local pada jaringan telepon di Belanda.
Sistem operasi yang mendukung tugas multiprocessing antara lain MS Windows, Novel Netware. Windows NT.
3.DistributedProcessingComputing
Manajemen banyak proses yang dapat dijalankan oleh sejumlah komputer yang tersebar (terdistribusi). Sistem operasi yang menjalankan tugas distribusi antaralain AMOEBA, MATCH, LINUX.

B. Kebutuhan utama dalam pengendalian proses oleh sistem operasi antara lain :
saling melanjutkan (interleave).
Mendukung komunikasi antar proses dan penciptaan proses.
Mengikuti kebijaksanaan tertentu (misal adanya sistem prioritas untuk menghindari deadlock).
C. Kondisi atau Status dasar Proses
1.Running yaitu suatu kondisi pemroses sedang mengeksekusi instruksi.
2.Ready yaitu suatu kondisi proses siap dieksekusi, akan tetapi pemroses belum siap atau sibuk.
3.Blocked yaitu suatu proses menunggu kejadian untuk melengkapi tugasnya. Bentuk kegiatan menunggu proses yaitu :
selesainya kerja dari perangkat I/O
tersedianya memori yang cukup.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar